Breaking News Cut Reubee

Rabu, 07 Februari 2018

PROFIL GAMPONG CUT REUBEE


PROFIL GAMPONG


2.1.  Kondisi Gampong
2.1.1.   Sejarah Gampong
2.1.1.1.         Legenda Gampong
Gampong Cut Kecamatan Delima Menurut Sejarah para tertua Gampong, penamaan Gampong disesuaikan dengan salah satu nama Ulama dari Negerii Mekkah, beliau datang pada saat penyebaran agama islam yaitu  nama Beliau adalah Teuku Chik Lambaro adik dari Teuku Chik di Reubee . Beliau juga meninggal di daerah ini
Menurut orang-orang tua Gampong Cut, pada zaman penjajahan Belanda merupakan suatu Kemukiman tersendiri yaitu Kemukiman Reubee.
Keuchik Gampong Cut yang pertama adalah Keuhik Ibrahim ( Thn 1937 ), Sistem pemerintahan Gampong Cut berasaskan pada pola adat/kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, Pemerintahan Gampong dipimpin oleh seorang Keuchik dan dibantu oleh satu orang Wakil Keuchik karena pada saat itu dalam susunan pemerintahan gampong belum ada istilah Sekretaris dan Kepala Dusun. Wakil Keuchik pada saat itu juga memiliki peran dan fungsi yang sama seperti halnya sekertaris gampong sebagaimana pada saatini. Imum Mukim memiliki peranan yang cukup kuat dalam tatanan pemerintahan Gampong, yaitu sebagaipenasehatbaikdalampenetapan sebuah kebijakan ditingkat pemerintahan Gampong dan dalam memutuskan sebuah putusan hukum adat.

TuhaPeut dan Tuha Lapan(perangkat gampong dan tuha peut) menjadi bagian lembaga penasehat Gampong.  Tuha Peut dan Tuha Lapanini juga sangat berperan dan berwenang dalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan Gampong, memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Geuchik. Imum Meunasah berperan mengorganisasikan kegitan-kegiatan keagamaan. Pada zaman dulu roda pemerintahan dilaksanakan di rumahKeuchik dan di lapangan (tengah-tengah masyarakat), karena pada saat itu belum ada Kantor Keuchik seperti saat ini.
Urutan pemimpin pemerintahan GampongCutatau Geuchik menurut informasi para tetua Gampong sejak kemerdekaan Indonesia sampai dengan tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Tabel. 1. Urutan Pemimpin Pemerintahan Gampong
Tahun
Nama Geuchik
Kondisi Pemerintahan
Narasumber
Ket
1937-1965
Ibrahim
Tidak teratur dan masih dalam keadaan kacau

Kondisi Masyarakat Belum teratur
1965-1974
Usman
Gotong royong masyarakat sangat di perlukan dalam pembangunan gampong pasca kemerdekaan 1945

Masa Transisise telah Kemerdekaan

1974-1984
Idris
Gotong royong masyarakat sangat di perlukan dalam pembangunan gampong pasca DII/TII

Tokoh masyarakat
1984-1986
Abdullah Husen
Kehidupan masyarakat sangat kental dengan suasana gotong royong

Tokoh masyarakat
1986-1990
Abdullah Amin
Masa konflik

Tokoh
masyarakat
1990-2000
Zakaria Insya
Pada masa konflik kehidupan masyarakat tidak normal


Tokoh
masyarakat

2000-2012
Hasbi M.Gade
Kehidupan Masyarakat berangsur Baikl

Tokoh masyarakat
  2012-2017
  Aiyub Sami
Kegiatan pembangunan Gampong sudah didukung dengan pengelolaan dana bantuan dari APBN

Tokoh Masyarakat
2017 - Sekarang
Almuslim
 Kegiatan pembangunan Gampong sudah didukung dengan pengelolaan dana bantuan dari APBN

Tokoh Masyarakat

2.1.2. Demografi
            2.1.2.1. Letak Geografis
Gampong Cut termasuk dalam wilayah Kemukiman Reubee Kecamatan  DelimaPidie dengan luas wilayah 81 Ha, secara administrasi dan geografis Gampong Cut berbatasan dengan
*      Sebelah Barat berbatasan dengan  gampong Tanjong
*      Sebelah Timur berbatasan dengan Gampong Daboh/Raya
*      Sebelah Utara berbatasan dengan gampong Mesjid Reubee
*      Sebelah Selatan berbatasan dengan gampong Tunong


2.1.2.2.Topografi
*      Banyakcurahhujan                                        : Sedang
*      Ketinggiantanahdaripermukaanlaut           : 4 meter        
*      Suhuudara rata-rata                                     : Sedang
*      Topografi                                                       : DataranRendah
2.1.2.3.Hidrologi dan Klimatologi
            Aspek hidrologi suatu wilayah Gampong sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah Gampong. Berdasarkan hidrologinya aliran sungai di wilayah Gampong Cut membentuk pola air Daerah Aliran Sungai yang berasal dari aliran sungai ( Krueng ) Reubee, Disamping itu  pula sumber air yang bisa digunakan sebagai sumber  air bersih maupun sumber air pertanian.

2.1.2.4.Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
Pada umumnya lahan yang terdapat di wilayah Gampong Cut hanya sedikit digunakan secara produktif. Hal ini menunjukan bahwa bahwa kawasan Gampong Cut memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas tanah Gampong Cut81 Ha dan untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaannya adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan  Tahun 2015
Jenis Lahan
Luas
Pemukiman
30 Ha
Persawahan Teknis
40 Ha
Persawahan ½ Teknis
-
Persawahan Tadah Hujan
-
Perkebunan
-
Hutan Rakyat
-
Hutan Negara
-
Hutan Lindung
-
Pekarangan
10 Ha
Taman
-
Perkantoran
-
Lahan Perkuburan Umum
1000 M
Jumlah
81 Ha

2.1.2.5.Orbitasi                                              
Orbitasi :
*      Jarak dengan pusat pemerintahan kecamatan   :     0,5  Km
*      Jarak dengan ibu kota kabupaten                        :     12 Km
*      Jarak dengan ibu kota pemerintah Aceh             :     120 Km
*      Panjang Jalan Kecamatan                                      :     2.000 Meter
*      Panjang Jalan Gampong                                        :     1.800 Meter
*      Panjang Jalan Setapak                                           :     1000 Meter

2.1.3 Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
2.1.3.1. Kependudukan
Jumlah penduduk Gampong Cut yang tersebar di 3 Dusun berdasarkan data terakhir hasil sensus 2015 tercatat sebanyak  116 KK, 457  Jiwa, terdiri dari laki-laki 219 jiwa, perempuan 238 jiwa.
Tabel 3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Dusun
Dusun
KK
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
Mutidi
58
113
122
235
Glumpang
26
52
47
99
Iboh
32
54
69
123

-
-
            -
-
Jumlah



457

Tabel 4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
No
Kel Usia
L
P
Jlh
Persentase
(%)
1
0-4
18
17
35

2
5-9
29
25
54

3
10-14
24
28
52

4
15-19
18
18
36

5
20-24
13
21
34

6
25-29
18
16
34

7
30-39
39
40
79

8
40-49
33
30
63

9
50-59
13
12
25

10
> 60
12
31
43

JUMLAH
219
238
457
100%

2.1.3.2  Kesehatan
Untuk memfasilitasi pelayana kesehatan, Pemerintah Provinsi Aceh sudah memprogramkan JKA (Jaminan Kesehatan Aceh) untuk seluruh masyarakat Aceh, hal ini sangat membantu kondisi kesehatan dari masyarakat yang akan berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Umum demi kelancaran pasien/masyarakat terutama masyarakat miskin /kurang mampu.
Tabel 5. Sarana prasarana Kesehatan dan Tenaga Kesehatan
No
Sapras Kesehatan
Volume
Tenaga Kesehatan
Jumlah
1
Rumah Sakit
-
Dokter

Perawat

2
Puskesmas
-
Dokter

Perawat

3
PUSTU
-
Dokter

Perawat

4
Klinik
-
Dokter

Perawat

5
Pos Yandu/Polindes
1
Bidan
1
Kader
5
6
Toko Obat/ Apotik
-


7


Mantri
-
8


Dukun Bayi
-

2.1.3.3. Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesadaranan masyarakat pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya, dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Dengan sendirinya akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistimatika pikir atau pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju.
Dalam rangka memajukan pendidikan, Gampong Cut akan secara bertahap merencanakan dan mengganggarkan bidang pendidikan baik melalui ADD, swadaya masyarakat dan sumber-sumber dana yang sah lainnya, guna mendukung program pemerintah yang termuat dalam RPJM Daerah Kabupaten Pidie.

Untuk melihat taraf/tingkat pendidikan penduduk Desa Cut, jumlah angka putus sekolah serta jumlah sekolah dan siswa menurut jenjang pendidikan, dapat dilihat di tabel di bawah ini:
Tabel 6. Sarana Prasarana Pendidikan, Guru dan Murid
No
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Volume
Status
Lokasi
Jumlah
Guru
Murid
1
PAUD
-




2.
TK
-




3.
SD/ MI
-




4.
SMP/ MTsn
1 Unit
swasta
Gampong
23
108
5.
SMA/ MA
-




6.
PERGURUAN TINGGI
-




7.
TPA/TPQ
1 Unit
swasta
Gampong
5
95
8.
PONPES
1 Unit
swasta
Gampong
16
25

Tabel 7. Perkembangan Penduduk menurut tingkat pendidikan Tahun 2015
No
Keterangan
Jumlah Penduduk
1
Tidak Tamat Sekolah SD
5 Orang
2
Tamat Sekolah SD
29 Orang
3
Tamat Sekolah SLTP
32 Orang
4
Tamat SMU
42 Orang
5
Tamat Akademi/DI/DII/DIII
5 Orang
6
Tamat Strata I
4 Orang
7
Tamat Strata II
2 Orang
Jumlah
              119 Orang


Tabel 8. Angka Putus Sekolah Tahun 2015
No
Jenjang Pendidikan
Jumlah
1
Tidak Tamat Sekolah SD
5 orang
2
Tidak Tamat Sekolah SLTP
9 Orang
3
Tidak Tamat SMU
5 Orang
Jumlah
19 orang

2.1.3.4. Kesejahteraan Sosial Masyarakat
Aceh merupakan daerah konflik yang cukup panjang, hal ini sangat mempengaruhi dari tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dari daerah lain. Dengan lamanya waktu konflik ditambah musibah gempa dan tsunami yang terjadi Tahun 2004 maka mempengaruhi lambannya pertumbuhan tingkat kesejahteraan rakyat Aceh dan masyarakat Kecamatan Delima dan masyarakat Gampong Cut khususnya.
Namun setelah musibah tsunami datanglah hikmah, banyak hal terjadi seperti berhentinya konflik, kedatangan donatur baik dari dalam negeri maupun dari seluruh penjuru dunia, maka tingkat kesejahteraan masyarakat mengalami kenaikan yang signifikan dari kondisi sebelumnya.

Tabel 9. Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
 (Berdasarkan hasil pendataan Tahun 2015)
No
Kesejahteraan Sosial
Jumlah
Persentase
1
- KK Prasejahtera
15
19,7
2
- KK Sejahtera I
20
26,3
3
- KK Sejahtera II
13
17,1
4
- KK Sejahtera III
28
36,8
5
- KK sejahtera 3 Plus
0
0
Jumlah
76
100

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Tabel 10. Kesejahteraan Sosial Masyarakat
No
Masalah Kesejahteraan Sosial
Jumlah
Keterangan
1
Anak terlantar
-

2
Anak Jalanan
-

3
Lansia Terlantar
-

4
Pengemis
-

5
Korban Narkoba
-

6
Eks Narapidana
-

7
Penyandang Cacat (Tuna netra, tuna rungu, tuna bicara)
8

8
Keluarga Miskin
20 KK

9
Keluarga Sangat Miskin
25 KK

10
Keluarga Rumah Tidak Layak Huni
20 KK

11
Wanita Rawan Sosial Ekonomi
-

12
Pemulung
-

13
Janda Konflik
-

14
Korban Bencana Alam
-

15
Komonitas Adat Terpencil
-




2.1.3.5. Perekonomian Gampong
Secara umum masyarakat di Gampong Cut memiliki mata pencaharian  sebagai petani, dan sebagian lagi tersebar ke dalam beberapa bidang pekerjaan seperti : pedagang, wira usaha, PNS/TNI/POLRI, peternak, buruh, pertukangan, penjahit, dll. Pada umumnya yang bekerja di sektor pertanian memiliki mata pencaharian veriatif/ganda karena peluang penghasilan yang akan menunggu panen yang sangat dipengaruhi oleh musim, kondisi cuaca, hama dan waktu.
Gampong Cut memiliki Badan Usaha Milik Gampong yang didirikan dengan Qanun Gampong No.02 Tahun 2012, dengan SK Pengurus No. 03 Tahun 2012. Sampai saat ini BUMG memiliki 1 Unit Usaha yaitu Unit Simpan Pinjam kelompok Perempuan dengan perkembangan sebagai berikut :

Tabel 11. Perkembangan BUMG Gampong Cut
No
Keterangan
Awal
Sekarang
Perkembangan
1
Dana
35.000.000
35.000.000
          -
2
JlhKelompok
1
1
          1
3
JlhAnggota
20
20
           -




 Tujuan pendirian BUMG :
1. Meningkatkan Perekonomian Gampong
2. Mengoptimalkan Aset Gampong untuk kesejahteraan masyarakat
3. Meningkatkan perekonomian masyarakat
4. Mengembangkan rencana kerja sama usaha antar gampong atau pihak
  ke3
5. Menciptakan peluang dan jaringan pasar
6. Menciptakan peluang kerja bagi masyarakat
7. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi gampong.
Dengan melihat tujuan dari pendirian BUMG, dapat dirasakan bahwasanya BUMG Gampong Cut masih jauh dari pada yang diharapkan, sehingga perlu pengembangan yang lebih baik dengan melakukan pembenahan dalam struktur organisasi maupun pengelolaan unit-unit usaha sesuai dengan aset dan potensi yang ada dengan mengacu pada Permendes No.4 Tahun 2015 tentang Pendirian, pengurusan, pengelolaan dan pembubaran BUMDes.
Kondisi Ekonomi Gampong Cut dapat dibagi dalam 2 (dua) sumber yang dominan, yaitu :

1.      Potensi sumber Daya Alam
Gampong Cut merupakan daerah daratan persawahan, daerah datar. Secara fisik potensi alam memiliki keragaman, bila dikelola dan dikembangkan dengan baik maka mendapatkan peningkatan penghasilan yang memuaskan .Secara umum masyarakat Gampong Cut melakukan kegiatan pertanian (tanaman pangan/holkikultura dan perkebunan).dan peternakan (lembu, kambing, ayam)

2.      Potensi Sumber Daya Manusia
Potensi Sumber Daya Manusia di Gampong Cut sangat memiliki keragaman, dan memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang sedang dan beragam, hal ini dikarenakan lingkungan atau letak Gampong yang  jauh dengan pusat pendidikan dan informasi termasuk jauh dengan Ibu Kota Kabupaten dan Provinsi Aceh.
Berikut data jenis mata pencaharian dan tingkat kesejahteraan masyarakat Gampong Cut.


Tabel 12.  Jenis Mata Pencaharian Masyarakat
No
Jenis Pekerjaan
Jumlah
(jiwa)
Peresentase
Kondisi Usaha
1
Petani/Pekebun :
a.Petani Sawah
b.Petani Kebun

28
5


Aktif
Aktif
2
Nelayan/Perikanan
-

Aktif
3
Peternak :
a.Peternak Unggas
b.Peternak Besar     (Kambing,Lembu,Sapi)

30
5



Aktif
4
Pedagang :
a.Pedagang Tetap
b.Pedagang Keliling

9


Aktif
5
Pertukangan :
a. Tukang Batu
b. Tukang Kayu





Aktif
6
Buruh Harian Lepas
29

Aktif
7
Tukang Jahit
2

Aktif
8
PNS/TNI/POLRI
6

Aktif
9
Sopir
2

Aktif




Tabel 13.  Sarana Prasarana Perekonomian Gampong
No
Uraian
Jumlah
Volume
Produksi
Aset
1
Angkutan Pedesaan



2
Kendaraan Roda 4
7


3
Kedaraan Roda 2
20


4
BUMG
1 Unit


5
Kilang Padi



6
Produksi Pertanian Lainnya



7
Produksi Perikanan darat/Laut



8
Ternak Besar/kerbau/sapi
10


9
Ternak kambing
25


10
Ternak Ayam
155


11
Sarana Air Bersih
-


12
Pertambangan
-


13
keluarga yang teraliri listrik
99


14
Jaringan Telekomunikasi
1


15
Jumlah Industri
-


16
Lain 2
-




2.1.3.6. Pemuda dan Olah Raga
Usaha pembinaan generasi muda dilaksanakan bekerja sama dengan Karang Taruna Gampong yaitu dengan cara diarahkan untuk mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan lapangan kerja, sehingga diharapkan generasi muda merupakan sumber daya pembangunan yang dapat diandalkan,
Dalam rangka memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat kamii telah membentuk kepengurusan dibawah naungan TuhaLapan, meskipun belum dikatakan maksimal namun antusias pemuda untuk cabang olah raga Volly Bal dan Sepak Bola cukup memadai, dapat dilihat prestasi mereka di Tingkat Kecamatan cukup memuaskan.
Disamping itu pada hari-hari besar Nasional / HUTRI diselenggarakan kejuaraan antar dusun dengan tujuan untuk memacu semangat dan prestasi pemuda dibidang olah raga.
2.1.3.7.Keagamaan
Umumnya (100%) masyarakat Gampong Cut memeluk agama Islam. Dalam pembinaan kehidupan beragama telah menunjukan keberhasilan terutama dalam menumbuhkembangkan sarana tempat peribadatan, terutama untuk kaum muslimin yang merupakan mayoritas. Sampai dengan saat ini tercatatsarana peribadatan yang ada di wilayah Gampong Cut sebagai berikut :


Tabel 14.  Jumlah Tempat Peribatan
No
Dusun
Sarana Peribatan
Ket
Mesijid
Musholla
Dayah
TPQ/TPA
1
Mutidi

1

1

2
Glumpang


1


3
Iboh





Jumlah

1
1
1


2.1.3.8. Sosial dan Budaya
Sebelum Tsunami tatanan kehidupan masyarakat Gampong Cut sangat kental dengan sikap solidaritas sesama, dimana kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sangat berjalan dan dipelihara, hal ini terjadi karena adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat antara sesama masyarakat. Dimana dalam agama Islam memang sangat ditekankan untuk saling berkasih sayang, membantu meringankan beban saudaranya, dan dituntut pula untuk membina dan memelihara hubungan ukhwah Islamiah antar sesama. Atas landasan inilah sehingga tumbuhnya  motivasi masyarakat untuk saling melakukan interakasi sosial dengan baik. Dan pasca Konflik kondisi ini perlahan juga mulai pulih meskipun tidak sama seperti sebelum Konflik.
Kebudayaan yang ada di Gampong Cutmerupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur meerupakan modal dasar dalam rangka pengembangan budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran nilai agama islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian, kelompok pengajian, kelompok ibu bedah, panitia pengadaan kenduri hari besar Islam.
Hubungan pemerintah dengan masyarakat yang terjalin baik, juga menjadi kekuatan Gampong Cut dalam pengelolaan pemerintahan dan kemasyarakatan. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari adanya administrasi pemerintahan Gampong yang memadai, serta berfungsinya sturktur pemerintahan Gampong itu sendiri.

Tabel 14.  Jenis dan jumlah Kelompok kesenian
No
Jenis Kelompok Kesenian
Jumlah Group
Status
1
                      -
-
-
2



3




Tabel 15. Jenis Kegiatan Soial Masyarakat
Golongan
Jenis Kegiatan Sosial
1. Pemuda
·         Gotong royong
·         Melakukan takziah ke tempat orang meninggal dunia
·         Pengajian rutin
·         Berkunjung ke tempat orang sakit
·         Persatuan Olah Raga
2. Ibu-ibu
·         Gotong royong
·         Pengajian rutin (wirid Yasin)
·         Arisan
·         Takziah ke tempat orang meninggal
·         Berkunjung ke tempat orang sakit atau melahirkan
·         Kegiatan PKK
·         Kegiatan Posyandu
3. Bapak-bapak
    (orang tua)
·         Gotong royong
·         Bersama-sama melakukan fardhu kifayah apabila ada warga  
       yang meninggal dunia
·         Takziah ke tempat orang meninggal
·         Berkunjung ke tempat orang sakit
·         MajlisTaklim


2.1.3.9. Sarana dan Prasarana Gampong
            Sarana dan Prasarana di gampong merupakan infrastruktur yang telah dibangun dari program maupun yang akan dibangun oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Gampong Cut telah berhasil melaksanakan pembangunan beberapa infrastruktur, namun dengan luas wilayah dan keterbatasan keuangan tidak semua kebutuhan dapat terpenuhi sehingga perlu pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan yang telah diruangkan dalam RPJMGampong.
Tabel 16.  Jenis Sarana dan Prasarana Gampong
No
Jenis sarana dan Prasarana
Volume
Kondisi
1.
Jalan Pemukiman
1.800 M
Sebagian rusak
2.
Jalan Usaha tani
1 KM
Sebagian rusak
3.
Rabat Beton
500 M
Sebagianrusak
4.
Irigasi Primer
-

5.
Irigasi Sekunder
-
Sebagian rusak
6.
Jembatan
1 unit
Baik
7.
Talud/TPT
500 M
Baik
8.
Drainase
-

9.
Bendungan
-

10.
Tambatan Perahu
-

11.
Beronjong
200 M
Sebagian Rusak
12.
Sarana Air Bersih
-

13.
Sarana telekomunikasi (Internet)
-

14.
Kantor keuchik
-

15.
Gedung Serbaguna
-

16.
MCK
5
Rusakparah
17.
Lapangan Bola Kaki
-

18.
Lapangan Volley
-


2.1.4. Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong
2.1.4.1. Pemerintah Gampong
Pemerintah Gampong adalah Keuchik yang dibantu oleh Perangkat Gampong yang bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Gampong, melaksanakan Pembangunan Gampong, pembinaan kemasyarakatan Gampong, dan pemberdayaan masyarakat Gampong.
Dalam melaksanakan tugasnya Keuchik memiliki wewenang :
a. Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Gampong
b. Mengangkat dan memberhentikan perangkat gampong
c. Memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Gampong
d. Menetapkan Peraturan Gampong
e. Menetapkan APBDes
f. Membina kehidupan Masyarakat Gampong
g. Membina ketentraman dan ketertiban masyarakat Gampong
h.Membina dan meningkatkan perekonomian Gampong serta mengintegrasiannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Gampong.
i.  Mengembangkan sumber pendapatan Gampong.
j. Mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gampong
k. Mengembangkan kehidupan sosial budaya masyarakat Gampong
l.  Memanfaatkan teknologi tepat guna
m. Mengoordinasikan Pembangunan Gampong secara pertisipatif
Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pemerintahan, seperti pencatatan sipil, surat keterangan perkawinan, perizinan, surat keterangan usaha, dll dirasakan masih sangat kurang terutama dalam administrasi, hal ini dikarenakan Gampong belum memiliki kantor yang permanen dan tetap selain kapasitas aparatur yang belum memadai.
2.1.4.2.Jumlah Aparatur Pemerintahan Gampong
Jumlah pegawai dilingkungan Pemerintah Gampong Cut tahun 2015 sebanyak 1 orang Keuchik, 1 orang Sekretaris Gampong, 1 orang Bendahara Gampong, .... Orang Kaur, 5 Orang Kepala Dusun.
Tabel 17. Jumlah Aparatur Pemerintah Gampong Cut
No
Aparatur Pemerintah
Jumlah
Keterangan
1
Keuchik
1

2
Sekretaris Gampong
1

3
Bendahara gampong
             1

4
Kaur
3

5
Kepala Dusun
3


2.1.4.3 Pembagian Wilayah Gampong
Gampong Cut terdiri dari 4 Dusun,......lorong,Luas wilyah Dusun yang ada di Gampong Cut :
Tabel 18.  Pembagian Wilayah gampong
No
Dusun
Jlh Lorong
Luas (Ha)
Keterangan
1
Mutidi
2
11 Ha

2
Glumpang
5
30 Ha

3
Iboh
8
40 Ha











Jumlah
15
81 Ha


2.1.5.  Tuha Peut
Anggota Tuha Peut merupakan wakil dari penduduk Gampong berdasarkan keterwakilan wilayah yang pengisiannya dilakukan secara demokratis.
            Tuhapeut mempunyai fungsi :
- Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Gampong bersama Keuchik
- Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Gampong
- Melakukan pengawasan kinerja Keuchik

2.1.5.1. Jumlah Tuha Peut
            Jumlah Tuha Peut ditetapkan dengan jumlah asal, paling sedikit 5 orang dan paling banyak 9 orang, dengan memperhatikan wilayah, perempuan, penduduk, dan kemampuan keuangan Gampong.
Tabel 19. Jumlah Tuha Peut
No
Jabatan
Nama
1.
Ketua Tuhapeut
Tgk.Muhammad
2.
Bendahara
Rusli Arsyad
3.
Sekretaris
Syukran Ramli
4.
Anggota
Zakaria
5.
Anggota
M.Ali Sulaiman







2.1.6.  Arah Kebijakan Keuangan Gampong
Dalam struktur anggaran Gampong Cut terdapat 7 pos pendapatan gampong yang merupakan sumber keuangan gampong. Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi gampong, maka lima tahun kedepan, pemerintah Gampong Cut akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan desa, disamping meningkatkan swadaya masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri.
Sumber-sumber pembiayaan gampong dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan di Gampong Cut terdiri dari :
a.             Pendapatan Asli Gampong (PAG), terdiri dari :
1.Tanah Kas Desa
2.  Pendapatan lain-lain
b.            Bagi Hasil Pajak Kabupaten;
c.             Bagian dari Retribusi Kabupaten;
d.            Alokasi Dana Desa (ADD);
e.             Bantuan Keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Desa lainnya;
f.             Hibah;
g.            Sumbangan Pihak Ketiga.
Secara umum kebijakan keuangan desa diarahkan pada peningkatan pendapatan gampong dan peningkatan swadaya masyarakat disertai dengan merealisasikan APBG kedalam kegiatan-kegiatan penyelenggaraan pemerintah, pembangunan gampong, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.



Langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan desa adalah  :
1.         Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan desa berupa pemanfaatan aset, potensi dan pengembangan BUMG
2.         Meng-intensifkan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga pemerintah di Kecamatan maupun Kabupaten guna lebih mengoptimalkan pendapatan gampong yang bersumber dari APBK Kab Aceh Besar atau APBA Provinsi Aceh.
3.         Melakukan musyawarah gampong secara berkala, untuk merusmuskan swadaya masyarakat dan mengintensifkan pendapatan yang bersumber dari pelayanan publik, yang tidak bertentangan dengan per-Undang-undangan.
Read more ...

PROFIL GAMPONG CUT REUBEE

Designed By